Jumat, 03-02-2023
  • Yayasan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK) Jl. Arif Rahman Hakim No.63, Ranah Parak Rumbio, Kec. Padang Sel., Kota Padang, Sumatera Barat

Imlek 2023: Sejarah Hari Raya Imlek dan Makna yang Melekat

Diterbitkan :
hari raya imlek
Sumber: unsplash.com

Tahun Baru Cina atau yang dikenal Hari Raya Imlek jatuh pada tanggal 1 Februari 2022. Biasanya, perayaan imlek terasa lebih spesial karena mengandung banyak makna yang melekat dalam setiap tradisinya. 

Sejarah Imlek

Awalnya, Hari Raya Imlek merupakan sebuah perayaan oleh para petani di China untuk menyambut musim semi dengan bahagia dan penuh syukur. Apalagi, pada saat musim dingin mereka tidak dapat bekerja.

Untuk itulah, perayaan ini juga sering disebut sebagai Xin Jia (Sincia) atau Festival Musim Semi.

Selain itu, ada juga mitos tentang Tahun Baru Imlek. Konon, ribuan tahun lalu, diceritakan ada sebuah monster bernama “Nian” (dari kata 年 yang memiliki arti sebagai “tahun”) akan datang pada akhir tahun China.

Nian, monster menyeramkan yang memiliki gigi dan tanduk panjang, bakal menyerang dan membunuh penduduk desa, serta memakan tanaman dan ternak. 

Untuk menakut-nakuti monster tersebut, penduduk desa pun menggunakan suara ledakan dan lampu-lampu yang terang.

Selain itu, mereka juga akan memajang kertas-kertas merah, membakar bambu, menyalakan lilin, dan mengenakan pakaian berwarna merah.

Inilah yang menjadi awal mula tradisi Imlek, yang masih kita lakukan sampai hari ini. Jadi, tidak heran bila perayaan Imlek identik dengan warna merah, lampu-lampu gemerlap, suara drum, serta kembang api yang sangat besar dan menawan menghiasi malam. 

angpao hari raya imlek
Sumber: unsplash.com

Seiring perkembangan zaman, Hari Raya Imlek pun mulai menjadi perayaan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat Tionghoa atas seluruh pencapaian, rezeki, dan segala hal baik yang mereka peroleh pada tahun sebelumnya.

Selain itu, masyarakat Tionghoa merayakan Imlek untuk memohon rezeki, kesehatan, dan banyak berkah di tahun mendatang, serta menjamu para leluhur.

Apa Saja Tradisi Imlek?

Sepanjang Hari Raya Imlek berlangsung, banyak sekali tradisi yang dilakuakn, mulai dari Sam Sip Am Pu (satu hari sebelum perayaan Imlek) hingga Cap Go Meh (hari ke-15 atau penutupan Hari Raya Imlek). 

Biasanya, saat Sam Sip Am Pu, masyarakat Tionghoa akan melakukan sembahyang kepada dewa atau dewi penjaga rumah dan pelindung, serta para leluhur mereka. Hal ini bertujuan untuk menjamu mereka dan juga memohon berkah.

Saat sembahyang, masyarakat Tionghoa akan meletakkan meja besar dan kursi di depan pintu rumah.

Di atas meja tersebut akan ada dupa atau hio, lilin merah, kertas tuakim, buah-buahan, ayam rebus, kue, arak, teh, hingga tulisan nama leluhur pada kertas merah. 

nama leluhur
Sumber: unsplash.com

Nah, setiap anggota keluarga akan mengambil hio dan menyalakan sumbunya, lalu berdoa di depan meja persembahan.  Setelah itu, hio akan ditancapkan ke vas pasir dengan tulisan nama leluhur, lalu menunggu sampai semua hio terbakar habis. 

Jika sudah habis, mereka akan melanjutkan dengan membakar berbagai perlengkapan sembahyang tersebut pada tempat terbuka, seperti hio, kertas tuakim, hingga tulisan nama leluhur.

Mereka percaya kalau asap dari hasil bakaran tersebut akan mengantarkan semua persembahan mereka kepada leluhur atau dewa yang mereka doakan.

Selain tradisi membakar hio, ada beberapa kebiasaan lainnya yang dilakukan menjelang Hari Raya Imlek, seperti bersih-bersih rumah, potong rambut, mandi bunga tujuh rupa, mendekorasi rumah dengan warna merah, serta membuat kue dan hidangan khas imlek. 

Ada juga beberapa pantangan Imlek yang harus dihindari agar tidak mendapatkan kesialan sepanjang tahun. 

Misalnya, tidak boleh membersihkan rumah, tidak boleh keramas, tidak boleh pakai baju hitam, serta tidak boleh berteriak atau berkata kasar, hingga membicarakan hal-hal terkait kematian. 

Sedangkan tepat pada Hari Raya Imlek, orang Thionghoa biasanya akan berbagi angpao, mengunjungi rumah kerabat, hingga berkumpul bersama keluarga besar.

Umumnya, perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari. Lalu, akan ditutup dengan hari Cap Go Meh, yang identik dengan kue keranjang dan pertunjukan barongsai. Menyenangkan, bukan?

Simbol Perayaan Imlek

Hari Raya Imlek biasanya identik dengan beberapa simbol, yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu, seperti warna merah, angpao, hingga barongsai dan naga.

imlek serba merah
Sumber: pixabay.com
  • Warna Merah

Mungkin banyak sekali dari kita yang sering bertanya-tanya kenapa imlek identik dengan warna merah?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tradisi ini berawal dari legenda tentang monster bernama “Nian”, yang sangat meresahkan desa, bahkan memakan manusia, tanaman dan hewan.

Akhirnya, penduduk desa menemukan cara untuk menakuti Nian dengan menggunakan warna merah. Oleh karena itu, mereka menempel kertas merah di rumah, menggunakan baju merah, hingga menyalakan lampu-lampu berwarna merah terang.

Selain itu, di Cina, warna merah juga sering melambangkan kesuksesan dan berkah yang dapat mendatangkan keberuntungan bagi setiap orang.

  • Angpao

Saat Perayaan Imlek, bagi-bagi angpao pasti jadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Angpao merupakan sebuah amplop merah berisi sejumlah uang, yang biasanya diberikan kepada anak-anak atau orang yang belum menikah dan  tidak memiliki pekerjaan. 

Menurut legenda, memberikan angpao kepada anak-anak atau orang yang belum menikah, dapat melindungi mereka dari iblis bernama “ Sui”, yang sering berkunjung pada malam Tahun Baru Imlek. 

Namun, ada aturan dalam memberikan angpao, loh. Isi angpao tidak boleh mengandung angka 4 di dalamnya, seperti Rp40 ribu, Rp400 ribu, Rp4 juta, dan seterusnya, karena bisa mendatangkan keburukan.

Sebaliknya, agar dapat mendatangkan keberuntungan, lebih baik memberikan angpao dengan angka 8, seperti Rp80 ribu, Rp800 ribu, Rp8 juta, dan seterusnya. 

  • Barongsai dan Naga
barongsai
Sumber: pixabay.com

Siapa yang saat Imlek sangat suka melihat barongsai dan tarian naga? Atau bahkan ada yang takut? 

Ya, barongsai dan naga juga merupakan simbol penting dalam Hari Raya Imlek, loh. Barongsai, yang merupakan singa, menjadi simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Sedangkan naga, melambangkan keberanian dan kekuatan. 

Kedua simbol ini hadir untuk mengantarkan keberuntungan dan mengusir roh jahat yang datang saat imlek. Biasanya, instrumen perkusi dan atraksi keren akan menemani pertunjukan barongsai dan naga.

Nah, itu dia beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang sejarah imlek, tradisi, serta simbolnya. 

Sumber: ruparupa.com

Penulis : Julio Fernando Sibarani, S.T

Tulisan Lainnya

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Apa itu DKV? Yuk, Cari Tau!

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Sejarah Hari Pahlawan

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Hari Kemerdekaan RI, Sejarah Proklamasi Indonesia

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Mulai Ibadah Puasa dengan 5 Hikmah dan Manfaat

QUOTES

People who are really serious about software should make their own hardware. - Alan Kay

Info Sekolah

Yayasan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK)

NSPN : 10304785
Jl. Arif Rahman Hakim No.63, Ranah Parak Rumbio, Kec. Padang Sel., Kota Padang, Sumatera Barat
TELEPON (0751) 8955242
EMAIL yayasan@dek.sch.id