Rabu, 29-05-2024
  • Yayasan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK) Jl. Arif Rahman Hakim No.63, Ranah Parak Rumbio, Kec. Padang Sel., Kota Padang, Sumatera Barat

Mengenal Makna Hari Raya Idul Adha bagi Umat Muslim

Diterbitkan :
Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha berjamaah di Masjid Agung Jawa Tengah dengan kapasitas saf sekitar 20 ribu jamaah di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/7/2022). Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1443 pada Minggu (10/7/2022). ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom.

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu perayaan hari besar umat Islam yang identik dengan kegiatan memotong hewan kurban, dan dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 10 Zulhijah. Lalu apa makna Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam? Berikut ini ulasannya.

Pengertian Idul Adha
Idul Adha berasal dari bahasa Arab, yakni Idul atau id yang artinya kembali, sedangkan Ad-dha merupakan bentuk jamak dari ad-dhat yang artinya kurban. Secara keseluruhan, Idul Adha memiliki arti hewan sembelihan. Perayaan Idul Adha dari kaum muslim sendiri identik dengan menyembelih hewan kurban atau hewan ternak yang mereka miliki.

Sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban, umat muslim biasanya melaksanakan salat sunah Idul Adha terlebih dahulu yang biasanya dilakukan di lapangan atau masjid di sekitar rumah mereka.

Setelah melaksanakan salat dan pemotongan hewan kurban, biasanya panitia kurban akan membagi-bagikan daging kurban tersebut baik itu kepada orang berkurban, ataupun disedekahkan kepada orang-orang disekitarnya agar, setiap orang bisa mendapatkan bagian dari perayaan pemotongan hewan kurban ini. Hari Raya Idul Adha memiliki makna tersendiri sebagai berikut.

Makna Hari Raya Idul Adha
Perayaan Idul Adha sejatinya bermakna sebagai refleksi diri untuk selalu taat kepada Allah SWT dan mengikuti perilaku yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Karena, pada saat itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anak kesayangannya, Nabi Ismail AS.

Perintah itu merupakan perintah yang sangat berat untuk dijalankan bagi Nabi Ibrahim AS. Pasalnya, selama bertahun-tahun, Nabi Ibrahim AS belum memiliki keturunan dan setelah memiliki keturunan tersebut Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih satu-satunya anak kesayangannya pada saat itu.

Berdasarkan kisah tersebut, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan kepada orang-orang terkait salah satu makna dari perayaan Hari Raya Idul Adha ini yang salah satunya adalah keikhlasan.

Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk selalu menerima semua takdir yang telah menjadi ketentuan dari Allah SWT merupakan sesuatu yang juga harus dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selain Keikhlasan, makna lain dari perayaan Hari Raya Idul Adha ini di antaranya adalah:

1. Ketakwaan Seorang Hamba kepada Tuhannya
Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai latar belakang perayaan Hari Raya Idul Adha merupakan gambaran bagaimana bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Sang Penciptanya.

Kekuatan dari takwa sendiri tidak dibentuk secara mudah, melainkan terlebih dahulu melalui proses panjang bertahan dari godaan-godaan keburukan dan terus bertahan pada kebaikan yang merupakan bagian perintah dari Allah SWT.

2. Semangat Berkorban
Makna lain dari perayaan Hari Raya Idul Adha adalah mengorbankan salah satu hal yang dianggap penting bagi diri, untuk kemudian menyadarinya bahwa semua hal di dunia ini hanyalah titipan semata dari Allah SWT.

Salah satu bentuk pengorbanan dalam Hari Raya Idul Adha ini dilakukan dengan cara mengorbankan hewan ternak yang menjadi kesayangan kita, untuk kemudian dagingnya bisa dinikmati bersama dengan orang-orang lainnya.

3. Semangat Berbagi
Hari Raya Idul Adha juga mengajarkan seluruh umat Islam untuk berbagi lewat pendistribusian daging kurban yang dilakukan oleh para panitia Hari Raya Idul Adha. Kegiatan berbagi ini bisa meringankan beban dari orang-orang fakir yang kesulitan dalam mencari makan dalam kesehariannya.

4. Mempererat Silaturahmi
Tidak hanya soal berkorban dan berbagi, Hari Raya Idul Adha juga berkaitan dengan mempererat tali silaturahmi yang sebelumnya renggang dengan tetangga-tetangga sekitar.

Biasanya, orang-orang akan berkeliling untuk bersalam-salaman setelah salat Idul Adha dan juga berkumpul di lapangan untuk menyaksikan kegiatan pemotongan hewan kurban. Selain itu, mereka juga bekerja sama untuk mengurus pendistribusian daging kurban untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Itulah sekilas terkait sekilas sejarah dan makna dari perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan datang sebentar lagi.

Sumber: beritasatu.com

Julio (JFS)
Penulis : Julio Fernando Sibarani, S.T

Tulisan Lainnya

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Sejarah Hari Pahlawan

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Cegah Virus Corona dengan Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Apa itu DKV? Yuk, Cari Tau!

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Kompetensi Guru di Era Digital pada Abad 21

Oleh : Julio Fernando Sibarani, S.T

Pelajari Yuk Tentang Project Based Learning

Berita Terkini

QUOTES

People who are really serious about software should make their own hardware. - Alan Kay

Info Sekolah

Yayasan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK)

NPSN : 10304785
Jl. Arif Rahman Hakim No.63, Ranah Parak Rumbio, Kec. Padang Sel., Kota Padang, Sumatera Barat
TELEPON (0751) 8955242
EMAIL yayasan@dek.sch.id
WHATSAPP 6285263301192